Minggu, 26 Februari 2023

Review Film: 'The Lion King'

 

            senin - 27 - februari - 2023


                                                  'The Lion King'


Setelah ayahnya terbunuh, Simba singa muda melarikan diri dari kelompoknya hanya untuk mempelajari arti sebenarnya dari tanggung jawab dan keberanian.

Tanggal rilis: 17 Juli 2019 (Indonesia)
Sutradara: Jon Favreau
Box office: 1,663 miliar USD
Bahasa: XhosaZulu

The lion king ketika dulu versi animasi dirilis pada 1994 dan selalu ditayangkan ulang berkali-kali di televisi, adalah film yang bisa menguras emosi bahkan air mata. Namun itu yang tak saya rasakan kala melihat versi live-action kali ini.

Dari segi cerita, The Lion King versi terbaru ini sepenuhnya persis dengan versi animasi. Akan tetapi, pengalaman menontonnya benar-benar berbeda.

Versi live-action dimulai dengan kemegahan alam liar beserta hewan-hewan di dalamnya. Penggambaran kedua hal itu ditambah dengan lagu 'Circle of Life' yang sama dengan versi animasinya berhasil membuat terpana ketika melihat film ini.

Hal itu sejujurnya bisa membuat penonton semakin semangat dan menantikan adegan-adegan selanjutnya.

Namun jangan terlalu berharap. Meskipun berkisah serupa, Disney melakukan sejumlah perbedaan yang justru membuat momen menyenangkan tak bertahan lama.

Perbedaan ini tampak dari perubahan karakter pada sejumlah tokoh, antara pada versi animasi dengan versi live-action. Sejumlah karakter tak lagi 'semanis' seperti di versi animasi, dan tokoh lainnya bahkan terasa kurang memiliki emosi.

Bisa dibilang sebagian besar adegan di The Lion King terbaru ini tanpa ekspresi. Parahnya, ekspresi dan emosi yang minim tersebut muncul di sejumlah adegan puncak yang dalam versi animasi bisa menguras air mata.

Hal 'kekurangan emosi' ini sebenarnya bisa dipahami karena The Lion King memutuskan untuk semirip mungkin dengan hewan nyata.

Namun Jon Favreau selaku sutradara tampaknya luput mengantisipasi masalah ini dengan aspek teknis lainnya.

Di sisi lain, kehadiran Pumba dan Timon sejatinya adalah penolong film ini. Mereka masih memiliki 'nyawa' yang sama dengan versi lawasnya. Bahkan lebih ekspresif sehingga mampu meningkatkan mood penonton.

Bukan hanya pada karakter yang terasa kurang emosional, masalah serupa juga terjadi dalam duet Simba dan Nala kala menyanyikan Can You Feel The Love Tonight.

Momen romantis yang mestinya muncul saat keduanya bernyanyi saat temaram senja seperti di versi animasi justru terasa jauh berbeda di versi live-action ini.

Bagi mereka yang merupakan penikmat animasi klasik Disney, seperti saya pula, The Lion King versi terbaru ini tak bisa memainkan emosi seperti yang dilakukan versi asli dulu.

Meski begitu, film ini masih bisa membuat penonton bernostalgia. Lagu-lagu lawas seperti Hakuna Matata, I Just Can't Wait to be King, serta Can You Feel the Love Tonight masih bisa membuat penonton ikut bersenandung.

Tepuk tangan layak diberikan kepada Hans Zimmer karena skoring musik yang sangat menolong film minim ekspresi ini. Skoring musik darinya tetap menyentuh perasaan sedari 25 tahun lalu.

Terlepas dari segala catatan merah yang saya rasakan, The Lion King masih amat bisa dinikmati terutama bagi orang-orang yang belum pernah menonton film ini sebelumnya.

Film yang sudah tayang di Indonesia sejak 17 Juli di seluruh saluran bioskop XXI, Cinemaxx, dan CGV ini tetap memanjakan mata penonton dengan visual yang apik tentang alam liar.



             senin 27 - februari - 2023



Review Film Moana

Film Tentang Gadis Pemberani Penunggang Laut




Moana adalah sebuah film petualangan fantasi musikal animasi komputer 3D Amerika 2016 yang diproduksi oleh Walt Disney Animation Studios dan film ke-56 dalam kanon fitur animasi Disney. Film tersebut disutradarai oleh Ron Clements, John Musker. Wikipedia
Tanggal rilis: 25 November 2016 (Indonesia)
Bahasa: Inggris
Distributor: Walt Disney Studios; Motion Pictures


Dibuka sama sebuah film animasi pendek yang sanggup bikin seisi studio tersenyum atau ketawa pelan, Disney akhirnya kembali menyuguhkan sebuah film animasi yang diperkirakan bakal jadi blockbuster menjelang akhir tahun. Yap, it’s Moana.

Sebagaimana film animasi lain yang juga diproduksi sama Disney, Moana berhasil jadi satu karya yang sama sekali nggak mengecewakan, penuh pesan moral, dan menginspirasi tentunya.

Moana mengisahkan seorang gadis berusia 16 tahun yang selalu penasaran dan tertarik buat mengarungi lautan. Sayang, panggilan yang ia rasakan itu nggak serta-merta direstui sama ayahnya, Chief Tui. Karena sebuah kejadian di masa lalu, Chief Tui menjadi cukup trauma sama ganasnya laut dan tidak ingin putrinya, Moana, “ditelan” oleh luasnya lautan.

Namun sekali waktu, Moana merasa terdesak untuk segera mengarungi lautan luas tersebut. Pasalnya, kondisi rakyat dan pulaunya lagi dalam keadaan “sekarat”. Panen kelapa menjadi nggak sebagus biasanya. Ikan-ikan di laut juga menghilang. Penduduk kebingungan dan khawatir akan kehidupan mereka.

Menurut cerita rakyat yang didengar Moana dari neneknya, semua kesekaratan itu rupanya disebabkan oleh sekaratnya Te Fiti, sang dewi pencipta kehidupan, karena jantungnya dicuri. Ya, jantung Te Fiti dicuri oleh sosok manusia setengah dewa bernama Maui. Jantung berupa spiral berwarna hijau itu kemudian jatuh ke tengah lautan, dan hilang, ketika Maui tak sanggup menjaganya.

Sampai suatu hari, jantung itu muncul di laut yang dekat dengan pulau Matunui, tempat tinggal Moana. Moana menemukannya dan ia pun merasa terpanggil untuk menemukan Maui dan memintanya mengembalikan jantung tersebut ke Te Fiti, agar kehidupan mereka dan hasil alamnya kembali membaik.

    Pesan Moral

Layaknya film animasi lain keluaran Disney, Moana pun nggak ketinggalan membawa begitu banyak pesan moral. Tentang keberanian dan ketangguhan seorang gadis yang mengorbankan kenyamanannya untuk menyelamatkan rakyatnya yang menderita.

Moana nyatanya sangat “berisi” buat kita yang mau terhibur dengan film animasi, namun tetap ingin mendapatkan pelajaran yang bisa menginspirasi semua kalangan, semua umur. Moana juga punya kisah yang sanggup bikin kita tersentuh alias baper. Padahal, filmnya bukan tentang cinta, melainkan tentang perjalanan seorang gadis pemberani dalam menaklukan laut.

Selain itu, kita juga bisa memelajari bagaimana Moana harus bergelut dengan batinnya buat mencari jati diri. Di saat ayahnya bersikeras menahan dia untuk tetap berada di pulau, ia ingin memenuhi keinginannya untuk mengarungi lautan. Terlebih karena itu adalah cara agar dia bisa melindungi rakyatnya. Wajar, karena Moana adalah kepala suku berikutnya.

Selain itu, kita juga bisa memelajari bagaimana Moana harus bergelut dengan batinnya buat mencari jati diri. Di saat ayahnya bersikeras menahan dia untuk tetap berada di pulau, ia ingin memenuhi keinginannya untuk mengarungi lautan. Terlebih karena itu adalah cara agar dia bisa melindungi rakyatnya. Wajar, karena Moana adalah kepala suku berikutnya.



Ada lagi karakter The Ocean yang memiliki tekad dan kegigihan. Khawatir akan masa depan Oceania, The Ocean ikut berperan dalam membantu Moana dan Maui menuntaskan misinya untuk menemui Te Fiti dan mengembalikan jantungnya.

Film yang disutradarai oleh John Musker dan Ron Clements ini juga menyuguhkan animasi yang luar biasa apik. Dengan hamparan laut yang terasa sungguhan, kehidupan yang terasa nyata, film ini benar-benar menghibur buat ditonton semua orang.

Lagu-lagu bikinan Lin-Manuel Miranda juga lumayan memanjakan telinga. Dinyanyikan langsung oleh para pengisi suara-nya, yakni Dwayne Johnson sebagai Maui dan Auli’I Cravalho sebagai Moana, lagu-lagu pengiring film animasi ini laras banget dinikmati indra pendengaran.


Secara keseluruhan, wajar rasanya kalau film ini disebut-sebut bakal menjadi film animasi Disney “besar” yang akan meraih pendapatan fantastis. Mengikuti kesuksesan film-film sebelumnya, seperti Brave, dan Frozen.

Jadi, HAI bisa bilang, film ini layak banget untuk kamu tonton segera. Buruan ajak keluarga, atau pacar, semua pasti bisa menikmatinya. Tunggu apalagi?


Minggu, 05 Februari 2023

 riview film anak anak


Tayo the Little Bus



Tayo the Little Bus adalah serial animasi dari Korea Selatan yang diproduksi oleh Iconix Entertainment dan Educational Broadcasting System. Wikipedia
Episode pertama: 23 Agustus 2010 (Korea Selatan)
Episode terakhir: 25 November 2021
Bahasa asli: Korea; Inggris (Dubbed); Indonesia (Dubbed)
Durasi: 15 menit per episode

Kartun ini menceritakan tentang Tayo, sebuah bus kecil berwarna biru yang bertualang di lalu lintas kota bersama teman-temannya. Tayo adalah bus yang ramah dan suka menolong. Serial animasi ini mengajarkan tentang ketertiban berlalu lintas, persahabatan dan tolong-menolong terhadap sesama.

Hari ini adalah hari pertama Tayo menjadi bus kota!
Tayo semangat sekali.
Di jalan raya, Tayo melihat banyak hal yang menyenangkan.
Tayo juga bertemu dengan truk, buldoser, dan eksavator!

Tiba-tiba, Tayo menemukan anak kecil sedang menangis. Anak kecil itu kehilangan ibunya.

Apa yang harus Tayo lakukan untuk menyelamatkan anak itu?

Tentang Tayo Si Bus Kecil    Tayo the Little Bus adalah serial animasi Korea yang dibuat oleh Iconix Entertainment dan Educational Broadcasting. Serial animasi ini telah diputar di Korea, Inggris, Rusia, Turki, Spanyol, dan Indonesia. Juga dapat disaksikan di YouTube.

Karakter utamanya bernama Tayo, sebuah bus kecil berwarna biru yang bersahabat, menyenangkan, dan kadang-kadang nakal.

Tayo memiliki banyak teman. Rogi si bus hijau yang selalu bersemangat, Lani si bus perempuan berwarna kuning yang ramah dan menggemaskan, Gani si bus kecil yang pemalu, Cito si bus besar yang dianggap sebagai kakak yang bijaksana, dan Hana si montir pemberani yang selalu pintar memperbaiki kendaraan rusak.

Selain itu, anak-anak juga akan diperkenalkan bermacam-macam kendaraan. Truk pemadam kebakaran, ambulans, mobil polisi, truk besar, eskavator, mobil balap, dan masih banyak lagi.

Film animasi Tayo The Little Bus ini sudah sangat populer di Indonesia, Tiongkok, Malaysia, Thailand, Filipina, Kamboja, dan Vietnam.

Pada tahun 2014, Pemerintah Seoul menugaskan agar bus di kota itu dibuat agar seperti karakter Tayo, Gani, Rogi, dan Lani. Hal ini bertujuan agar anak-anak suka naik bus umum.

Keunggulan    
    Cerita seru dan menyenangkan
    Penuh warna dan bahan kertas berkualitas
    Mampu melejitkan imajinasi anak
    Mampu menumbuhkan empati
    Mengenalkan jenis-jenis kendaraan
    Mampu mengembangkan karakter
    Mampu mengembangkan kecerdasan visual anak
    Mampu mengembangkan kecerdasan bahasa anak
    Mampu mengembangkan kecerdasan sosial anak

senin-6-2023

       riview film anak anak



                                 Frozen II

     


Anna, Elsa, Kristoff, Olaf dan Sven pergi meninggalkan Arendelle untuk melakukan perjalanan ke sebuah tempat asing dan penuh keajaiban. Mereka berangkat untuk menemukan asal usul kekuatan Elsa dan juga untuk menyelamatkan kerajaan mereka. Kali ini akan ada teks lirik lagu sehingga penonton bisa ikut bernyanyi bersama karakter Frozen II favorit mereka.
Tanggal rilis: 20 November 2019 (Indonesia)
Sutradara: Jennifer LeeChris Buck
Bahasa: Inggris
Distributor: Walt Disney Studios; Motion Pictures
Pendapatan kotor: $1.450 Miliar




Frozen II adalah film fantasi musikal animasi komputer Amerika yang diproduksi oleh Walt Disney Animation Studios. Film ke-58 yang diproduksioleh studio, ini adalah sekuel dari film 2013 Frozen , dan menampilkan kembalinya sutradara Chris Buck dan Jennifer Lee, produser Peter Del Vecho, penulis lagu Kristen Anderson-Lopez dan Robert Lopez, dan komposer Christophe Beck. Lee juga kembali sebagai penulis skenario, menulis skenario dari sebuah cerita olehnya, Buck, Marc E. Smith, Anderson-Lopez dan Lopez. Pemeran suara veteran Idina MenzelKristen BellJonathan GroffJosh Gad, dan Santino Fontana kembali sebagai karakter mereka sebelumnya, dan bergabung dengan pendatang baru Sterling K. BrownEvan Rachel WoodAlfred MolinaMartha Plimpton, Rachel Matthews, dan Jason Ritter.

Ditetapkan tiga tahun setelah peristiwa film pertama,[4] ceritanya mengikuti Elsa, Anna, Kristoff, Olaf, dan Sven yang memulai perjalanan mereka untuk meninggalkan kerajaan Arendelle mereka untuk menemukan asal mula kekuatan magis Elsa dan menyelamatkan kerajaan mereka setelah suara misterius memanggil Elsa

Frozen 2 memiliki premier dunianya di Dolby Theatre di Hollywood pada 7 November 2019, dan dirilis secara luas di Amerika Serikat oleh Walt Disney Studios Motion Pictures pada 22 November 2019. Film ini mendapat ulasan positif dari para kritikus, yang memuji animasi, visual, penulisan, musik, dan penampilan vokal. Ini telah mendapat $1 miliar di seluruh dunia, memiliki pembukaan tertinggi di seluruh dunia sepanjang masa untuk sebuah film animasi, dan merupakan film animasi terlaris ketujuh waktu dan film terlaris kedelapan tertinggi pada tahun 2019, serta film terlaris ke-37 dari sepanjang waktu.


Alur cerita

Raja Agnarr dari Arendelle menceritakan sebuah kisah kepada anak-anaknya yang masih kecil, Elsa dan Anna, bahwa kakek mereka, Raja Runeard, membuat perjanjian dengan suku tetangga Northuldra dengan membangun bendungan di tanah air mereka, Hutan Ajaib. Namun, perkelahian terjadi, yang mengakibatkan kematian Runeard. Pertempuran membuat marah roh unsur BumiApiAir, dan Udara hutan. Roh-roh itu menghilang dan dinding kabut menjebak semua orang di Hutan Ajaib. Agnarr nyaris lolos karena bantuan penyelamat yang tidak dikenal.

Tiga tahun setelah penobatannya, Elsa merayakan musim gugur di kerajaan bersama Anna, Olaf manusia salju, Kristoff si pemanen es, dan rusa kutub Kristoff, Sven. Ketika Elsa mendengar suara misterius memanggilnya, dia mengikutinya dan tanpa sadar membangunkan roh-roh unsur, yang mengganggu Arendelle, memaksa semua orang di kerajaan untuk mengungsi. Grand Pabbie dan koloni Troll tiba di Arendelle dan Pabbie menginformasikan bahwa mereka harus memperbaiki keadaan dengan menemukan kebenaran tentang masa lalu kerajaan.

Elsa, Anna, Olaf, Kristoff, dan Sven memulai ke Hutan Ajaib, mengikuti suara misterius itu. Roh angin, dalam bentuk tornado, muncul dan menyapu semua orang di pusarannya. Elsa menghentikannya dengan menembakkan aliran salju, membentuk satu set patung es. Mereka menemukan pahatan itu adalah gambar dari masa lalu ayah mereka dan bahwa ibu mereka, Iduna, adalah seorang Northuldra yang menyelamatkan Agnarr. Mereka bertemu dengan Northuldra dan pasukan tentara Arendell yang masih saling bertentangan. Roh api muncul, Elsa menemukan itu menjadi salamander magis yang gelisah dan menenangkannya. Elsa dan Anna membentuk gencatan senjata antara tentara dan Northuldra dengan menjelaskan bahwa ibu mereka adalah Northuldran dan ayah mereka adalah Arendellian. Elsa kemudian mempelajari keberadaan roh kelima yang akan menyatukan manusia dan keajaiban alam.

Elsa terus menuju utara dengan Anna dan Olaf. Mereka menemukan kapal karam orang tua mereka dan peta dengan rute ke Ahtohallan, sungai mitos yang dikatakan memiliki penjelasan tentang masa lalu. Merasa bersalah karena orang tuanya hilang di laut mencari jawaban dari kekuatan gaibnya, Elsa memutuskan untuk bepergian sendirian dan mengirim Anna dan Olaf ke tempat yang aman. Elsa bertemu dan menjinakkan Nokk, roh air yang menjaga lautan ke Ahtohallan. Di sana, Elsa menemukan bahwa suara itu adalah panggilan Iduna, dan bahwa kekuatannya adalah hadiah dari keajaiban alam karena tindakan tanpa pamrih Iduna menyelamatkan Agnarr, menjadikannya roh kelima yang menyatukan perbedaan. Elsa menggunakan mantel ibunya dan juga mengetahui bahwa bendungan itu dibangun sebagai tipu daya untuk mengurangi sumber daya Northuldra karena Runeard tidak menyukai koneksi suku dengan sihir, dan Runeard adalah orang yang memprakarsai konflik. Elsa mengirimkan informasi ini kepada Anna sebelum dibekukan, setelah berkelana ke bagian paling berbahaya dari Ahtohallan, yang pada gilirannya menyebabkan Olaf memudar.

Anna menerima pesan Elsa dan menyimpulkan bahwa bendungan harus dihancurkan agar perdamaian dapat dipulihkan. Anna menemukan dan membangunkan roh-roh bumi raksasa yang sedang tidur, dan memikat mereka ke arah bendungan, yang dihancurkan oleh batu-batu besar yang dilemparkan oleh para raksasa. Elsa mencair keluar dan kembali ke Arendelle, menghentikan banjir dari bendungan yang hancur. Ketika dinding kabut menghilang, Elsa bersatu kembali dengan Anna dan menghidupkan kembali Olaf. Kristoff melamar Anna, yang menerima. Elsa menjelaskan bahwa dia dan Anna sekarang adalah jembatan antara orang-orang dan roh-roh ajaib. Anna menjadi ratu Arendelle, sementara Elsa menjadi pelindung Hutan Ajaib yang secara teratur mengunjungi Arendelle karena perdamaian dipulihkan di semua negeri.

Review Fim Minions

 Minions The Rise of Gru 2 Kisah tak terduga tentang mimpi seorang anak berusia dua belas tahun untuk menjadi penjahat super terhebat di dun...